Membuka AURA DIRI membersihkan chakra dan membangkitkan Kundalini.

BAGIAN-BAGIAN PENTING TUBUH DALAM PROSES PEMBANGKITAN KUNDALINI

Proses Kundalini adalah sebuah proses istimewa terhadap seluruh bagian dan lapisan tubuh. 
Oleh sebab itu, seseorang yang membangkitkan Kundalininya harus mengetahui tubuhnya dengan lebih baik.

Selain tubuh fisik yang terlihat, manusia juga mempunyai beberapa lapisan tubuh yang tidak terlihat mata, yang seluruhnya berjumlah 7 buah. 
Karena tubuh yang satu terletak di dalam tubuh yang lain, tubuh-tubuh ini biasa juga disebut dengan lapisan-lapisan tubuh 

Lapisan-lapisan tubuh ini amat jarang dikenal. 
Keberadaan lapisan-lapisan tubuh ini juga tidak diketahui dalam ilmu kedokteran. 
Walaupun pengetahuan mengenai hal ini lebih banyak dikenal dari sudut spiritual saja, 
keberadaan lapisan-lapisan tubuh ini bukanlah rekaan semata. 
Lapisan-lapisan tubuh beserta alat-alat halus lainnya dapat dilihat oleh para pewaskita maupun dirasakan oleh orang-orang yang cukup peka. 
Dengan majunya ilmu pengetahuan dan lebih banyaknya orang yang mempelajari dan memperdalam bidang metafisika, 
seluruh hal ini juga telah dapat dibuktikan secara ilmiah, 
misalnya dengan fotografi Kirlian. 
Dengan fotografi Kirlian, energi-energi halus dapat difoto dengan jelas. 
Warna dan bentuk dari energi terlihat pada hasil foto seperti benda fisik saja.


I. Tubuh yang Berlapis-lapis 

Tujuh lapisan tubuh manusia adalah:

1. Tubuh fisik

2. Tubuh emosi

3. Tubuh mental

4. Tubuh intuisi

5. Tubuh atma

6. Tubuh monad

7. Tubuh Ilahi


Tubuh fisik adalah tubuh yang paling padat,
dalam bentuk fisik, sehingga dapat dilihat oleh mata biasa. 
Tubuh-tubuh lainnya adalah tubuh energi yang tidak kasat mata biasa, 
dan masing-masingnya mempunyai getaran yang lebih tinggi daripada tubuh lainnya sesuai dengan urutan di atas. 
Misalnya, tubuh Ilahi lebih tinggi getarannya daripada tubuh Monad dan tubuh Monad lebih tinggi getarannya daripada tubuh Atma. 
Tubuh dengan getaran yang lebih tinggi ukurannya lebih besar daripada tubuh yang getarannya lebih kecil, 
sehingga tubuh fisik yang mempunyai getaran paling rendah merupakan tubuh yang terkecil.

Perbedaan istilah terkadang dapat menimbulkan kebingungan. 
Tubuh fisik sendiri mempunyai kembaran tubuh dalam bentuk energi murni yang biasa juga disebut sebagai kembaran eterik. 
Dalam menghitung ketujuh lapisan tubuh manusia, 
sebagian pihak menganggap kembaran eterik sebagai lapisan tubuh pertama 
sementara pihak lain menghitung tubuh fisiklah sebagai lapisan tubuh pertama. 
Tetapi, tubuh fisik ataupun kembaran eteriknya hanya dihitung salah satunya saja dan tidak pernah dihitung dua kali.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia pada umumnya hanya mengutamakan beberapa tubuh saja, 
yaitu tubuh fisik, tubuh emosi, dan tubuh mental. 
Pembersihan oleh Kundalini bertujuan untuk membersihkan tidak hanya ketiga tubuh yang dipergunakan sehari-hari ini, 
melainkan ketujuh tubuh yang ada. 
Seluruh lapisan tubuh harus dikembangkan dengan baik dan seimbang untuk mendapatkan peningkatan spiritual.

Ketiga tubuh pertama, yaitu tubuh fisik, tubuh emosi, dan tubuh mental 
biasa juga disebut sebagai tubuh-tubuh duniawi yang biasa disebut-sebut dalam pelajaran umum Tao. 

Keempat tubuh lainnya yang mempunyai getaran lebih tinggi disebut juga sebagai tubuh-tubuh spiritual. 
Keberadaan tubuh-tubuh spiritual ini dan teknik pembersihannya jarang dibahas,
karena dianggap hanya boleh diturunkan kepada murid-murid tertentu saja.


1.1. Tubuh Fisik


Tubuh fisik sebagai tubuh yang paling "nyata" amat penting sebagai dasar dalam pengekspresian dari tubuh-tubuh lainnya. 
Pengembangan tubuh-tubuh lainnya tanpa menghiraukan tubuh fisik tidak dapat memberikan keseimbangan. 
Di samping itu, masalah pada tubuh fisik biasanya akan menulari tubuh-tubuh lainnya.

Dengan bangkitnya Kundalini, tubuh fisik membutuhkan lebih banyak olahraga dan pembersihan agar tenaga Kundalini dapat bergerak dengan lancar. 
Kundalini membersihkan dan memperkuat berbagai anggota dan organ tubuh fisik. 
Akan tetapi, saat Kundalini dihentikan oleh hambatan, 
olahraga dan pembersihan membantu memperlancar peredaran tenaga Kundalini. 
Olahraga dan pembersihan tubuh fisik secara teratur menjaga kelancaran aliran tenaga Kundalini dan mencegah terjadinya hambatan. 
Dengan demikian efek negatif dari pembersihan Kundalini dapat diminimalkan.


1.2. Tubuh Emosi


Perasaan-perasaan berasal dari tubuh emosi. 
Melalui tubuh emosi, manusia belajar memberi, memperhatikan dan mencintai, 
dan mengharapkan untuk memperoleh hal yang sama dari orang-orang di sekelilingnya. 
Apabila perasaan yang ada tidak dapat diekspresikan dengan baik, 
orang yang bersangkutan cenderung mencari pelarian dengan melakukan berbagai kebiasaan yang negatif, 
misalnya merokok, mabuk-mabukan, dan sebagainya. 

Setelah mengetahui secara jelas masalah yang ada pada tubuh emosi, 
pelarian dengan melakukan kebiasan-kebiasaan negatif ini dapat dihapuskan dengan mudah.

Tubuh emosi sebagaimana namanya adalah pusat penyimpanan emosi. 
Selama pembersihan tubuh ini, emosi mungkin melonjak sedemikian rupa pada saat-saat tertentu. 
Saat sebuah hambatan sedang dibersihkan oleh Kundalini, 
orang yang bersangkutan mungkin tertawa terbahak-bahak atau menangis sedih tanpa kendali. 
Emosi-emosi yang telah menumpuk dan tersimpan lama harus dilepaskan melalui tawa ataupun tangisan tersebut. 
Ketidak-mengertian mengenai hal ini akan menyebabkan usaha-usaha untuk menghentikan pelepasan emosi yang meledak-ledak tersebut terhambat, 
sehingga emosi yang menumpuk tidak dapat dilepaskan dengan tuntas.

Upaya untuk menghentikan pelepasan emosi dengan menggunakan teknik yang tidak benar mungkin berakibat lebih buruk, 
yaitu emosi di luar kontrol yang berlarut-larut. 
Hal ini mengakibatkan orang yang bersangkutan dianggap mempunyai masalah kejiwaan. 
Harus diketahui bahwa Kundalini mengumpulkan banyak energi untuk membersihkan sebuah hambatan. 
Penggunaan teknik yang salah mengakibatkan Kundalini berhenti bekerja 
sehingga energi yang telah terkumpul tidak dipergunakan atau disalurkan secara benar. 
Hal inilah yang di masa yang lalu telah mengirim beberapa orang ke rumah sakit jiwa.

Oleh sebab itu, Kundalini harus dibiarkan bekerja dengan leluasa dalam melakukan pembersihan. 
Janganlah mencoba untuk menghentikan usaha Kundalini. 
Saat Kundalini melakukan pembersihan, yang dapat dilakukan hanyalah membantu Kundalini dalam membersihkan.


1.3. Tubuh Mental


Frekuensi getaran tubuh mental adalah sama dengan frekuensi getaran kosmos. 
Pada tubuh inilah manusia mulai berpikir, belajar, dan mencipta. 
Apabila saat mempelajari sesuatu, kesimpulan diambil secara sempit, 
maka orang yang bersangkutan cenderung menjadi naif dan sulit untuk menerima hal-hal baru.

Pembersihan tubuh mental oleh Kundalini memunculkan pemikiran-pemikiran yang selama ini terpendam, 
baik yang positif maupun yang negatif. 
Energi dari Kundalini memberikan kekuatan kepada pemikiran-pemikiran tersebut, 
sehingga pemikiran-pemikiran yang negatif pun mungkin berkembang. 
Latihan-latihan yang cukup harus dilakukan untuk membersihkan tubuh mental agar pemikiran-pemikiran negatif dapat dihapuskan. 
Amatlah penting untuk menjaga agar pandangan selalu luas dan pemikiran selalu positif.


1.4. Tubuh Intuisi


Tubuh intuisi biasa juga disebut sebagai tubuh Buddha. 
Walaupun tubuh intuisi merupakan tubuh pertama yang dianggap sebagai tubuh spiritual, 
tubuh intuisi merupakan tubuh yang terdapat di tengah-tengah antara tiga tubuh duniawi dan tiga tubuh spiritual. 
Tubuh ini merupakan penyeimbang hubungan antara alam duniawi dan alam spiritual. 
Pembersihan tubuh ini amatlah penting untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan duniawi dan spiritual.


I.5. Tubuh Atma


Tubuh atma mempunyai getaran yang jauh lebih tinggi daripada tubuh-tubuh sebelumnya. 
Pusat kharisma terdapat pada tubuh ini. 
Saat pembersihan, seseorang mungkin merasa menjadi super, 
misalnya merasa mengetahui segala sesuatu atau merasa melebih orang-orang lain. 
Masa pembersihan tubuh atma ini harus dilewati dengan hati-hati, 
karena tubuh atma adalah salah satu tubuh di mana karma paling mudah terjadi.

Dalam masa pembersihan tubuh ini, amat penting dijaga untuk tidak menjadi terikat. 
Janganlah membiarkan ego menguasai pikiran ataupun perbuatan. 
Apabila ego sampai menguasai pikiran ataupun perbuatan, maka akan terjadi banyak hambatan baru. 
Masa pembersihan dengan Kundalini adalah masa di mana seseorang mempunyai lebih banyak energi. 
Lebih banyak energi mungkin mendorong orang tersebut ke arah yang lebih positif ataupun ke arah yang lebih negatif.


1.6. Tubuh Monad


Tubuh monad adalah salah satu bagian yang paling sulit untuk dibersihkan, 
karena kesadaran pribadi rendah (soul) ada pada lapisan tubuh monad ini. 
Kurangnya energi pada tubuh monad mengakibatkan seseorang merasa tidak patut untuk hidup 
atau merasa bersalah terhadap setiap masalah yang menimpa orang lain. 
Pembersihan pada tubuh ini dapat mengungkit semua karma dari kehidupan lalu yang tersimpan pada lapisan tubuh monad.

Dengan bersihnya lapisan tubuh monad, seseorang akan mengetahui tujuan hidupnya. 
Ke-Aku-annya akan bersatu dengan kesadaran Ilahi dengan pengertian penuh atas tujuan dan keberadaannya di dunia.


1.7. Tubuh Ilahi


Dengan dibersihkannya tubuh Ilahi oleh tenaga Kundalini, 
seseorang akan merasa satu dengan kosmos dan Tuhan. 
Tetapi, masa pembersihan biasanya berjalan dengan cukup sulit. 
Selama masa pembersihan, konsep mengenai Tuhan berubah-ubah dengan drastis. 
Untuk beberapa saat, seseorang mungkin merasa amat jauh dari Tuhan. 
Orang-orang yang mempunyai iman yang kuat akan melewati masa ini dengan lebih mudah.


2. Cakra


Pada tubuh eterik yang berlapis-lapis itu, 
terdapat cakra dan nadi 

(walaupun tidak terdapat pada tubuh fisik, cakra memegang peranan penting pada anggota dan organ tubuh fisik). 

Cakra amatlah penting. 
Untuk membersihkan sebuah lapisan tubuh, 
cakra-cakra pengatur yang berfungsi sebagai pintu keluar-masuknya energi dari lapisan tubuh yang bersangkutan harus dibersihkan terlebih dahulu. 
Dari cakra-cakra inilah energi negatif dikeluarkan dan energi baru yang positif ditarik masuk. 
Oleh sebab itu pengetahuan mengenai Cakra amat penting. 
Dengan memiliki pengetahuan mengenai cakra, 
barulah pembersihan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Cakra berasal dari bahasa sansekerta yang berarti roda , 
karena apabila dilihat dari depan terlihat sebagai sebuah roda yang berputar. 
Gambaran roda ini sendiri timbul karena cakra sebenarnya terdiri atas beberapa lembaran daun yang berputar. 
Di belakang cakra, terdapat pula sebuah roda lainnya yang lebih kecil yang befungsi sebagai jaringan pelindung . 
Beberapa cakra besar yang terdapat di jalur sushumna, 
mempunyai akan yang terdapat di tengah sushumna dalam bentuk simpul 

Jumlah dari cakra di seluruh lapisan tubuh manusia seluruhnya ada 365 buah. 
Menurut ukuran dan fungsinya, 
cakra-cakra ini dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: 

cakra utama, 
cakra biasa, 
dan cakra mini. 


Tujuh cakra utama adalah:

1. Cakra dasar

2. Cakra seks

3. Cakra pusar

4. Cakra jantung

5. Cakra tenggorokan

6. Cakra mata ketiga

7. Cakra mahkota


Dalam beberapa literatur, kata pusar dan solar plexus sering dipakai secara rancu. 
Dalam panduan ini, yang disebut dengan pusar adalah bagian tubuh di mana berada pusar.

Sedangkan solar plexus adalah bagian ulu hati. 
Cakra yang ketiga adalah cakra pusar, sementara pada cakra solar plexus terdapat pula cakra tersendiri. 
Walaupun dari kriterianya cakra solar plexus seharusnya dimasukkan ke dalam tujuh cakra utama ini, 
cakra solar plexus biasanya dikesampingkan karena mengaktifkan cakra solar plexus dapat membawa ambisi dan ego yang terlalu besar 
yang dapat berakibat negatif.

Cakra-cakra besar pada tubuh

Dalam kebangkitan Kundalini, ketujuh cakra ini dianggap amat penting 
karena seluruhnya mempunyai akar yang berbentuk simpul di tengah-tengah sushumna. 
Adanya akar ini menyebabkan terhambatnya kenaikan tenaga Kundalini melalui sushumna. 
Dengan demikian, apabila sebuah cakra utama belum diaktifkan 
dan akar ataupun simpul dari cakra yang bersangkutan belum dibersihkan, 
maka tenaga Kundalini tidak dapat naik lebih ke atas lagi.

Selain ketujuh cakra utama, beberapa cakra lainnya juga berukuran besar dan mempunyai fungsi khusus, antara lain:


• Cakra dahi

• Cakra solar plexus depan

• Cakra solar plexus belakang

• Cakra jantung belakang

• Cakra meng-mien

• Cakra limpa


Di samping ketujuh cakra utama dan cakra-cakra besar yang disebutkan di atas, 
cakra-cakra lain umumnya berukuran lebih kecil. 
Cakra-cakra yang lebih kecil ini dibagi atas dua kelompok, yaitu 

cakra biasa 
dan cakra mini. 

Contoh dari cakra biasa adalah cakra telapak tangan dan telapak kaki, 
sedangkan cakra mini terdapat pada setiap ujung jari tangan dan kaki. 
Kedua jenis cakra ini tidak dibahas lagi secara lebih rinci. 
Tetapi, harus diketahui bahwa setiap cakra, terlepas dari besar-kecilnya ukuran cakra tersebut memegang peranan penting. 
Kedua jenis cakra ini tidak dibahas, karena pembersihan mereka akan terjadi secara lebih mudah dan otomatis. 
Setelah cakra-cakra utama dibersihkan, 
cakra biasa dan cakra mini di sekitar cakra utama tersebut 
akan dibersihkan secara otomatis oleh tenaga Kundalini. 
Selanjutnya cakra utama itu saja yang akan diuraikan.


2.1. Cakra Dasar


Cakra dasar terletak di dasar tulang punggung, yaitu di ujung bawah tulang ekor. 
Cakra dasar diasosiasikan dengan warna merah muda dan mempunyai 4 lembar daun. 
Cakra dasar merupakan pusat energi dari tubuh fisik, kehidupan materi dan keinginan untuk hidup. 
Cakra Inilah dasar dari kehidupan manusia di dunia fisik. 
Besar-kecilnya cakra dasar mempengaruhi keaktifan dan keinginan hidup seseorang. 
Seseorang yang cakra dasarnya kecil cenderung untuk lebih malas untuk melakukan aktivitas apa pun. 
Orang-orang yang mempunyai kecenderungan untuk bunuh diri biasanya mempunyai cakra dasar yang amat kecil, kotor, ataupun terhambat

Setiap manusia amat dipengaruhi oleh aspek-aspek duniawi (material) dan aspek-aspek spiritual. 
Hanya dengan menyeimbangkan kedua aspek ini, seseorang dapat hidup dengan tenteram. 
Cakra dasar sebagai pusat tubuh fisik dan kehidupan materi adalah cakra paling penting untuk kehidupan material.

Pengembangan cakra dasar terjadi saat seorang bayi disusui. 
Keinginan seorang ibu untuk membesarkan sang bayi 
dan cinta kasih ibu tersebut dibutuhkan untuk mengembangkan cakra dasar sang bayi dengan baik dan seimbang. 
Saat disusui, cakra dasar ibu dan bayi terhubung oleh tali karma. 
Saat inilah cinta kasih dari ibu memompa cakra dasar sang bayi untuk berkembang. 
Tenaga pada cakra dasar sang ibu dan bayi akan tercampur secara merata yang memberikan grounding (hubungan ke bumi) kepada sang bayi, 
dan memperkuat daya tarik keduniawian terhadap sang bayi yang baru saja meninggalkan alam roh.

Oleh sebab itu, dianjurkan agar masa pemberian ASI dari seorang ibu kepada bayinya tidak diperpendek. 
Dengan diperpendeknya masa pemberian ASI, cakra dasar tidak mempunyai waktu yang cukup untuk berkembang secara normal. 
Apabila masa pemberian ASI diperpendek, 
cukup memungkinkan bahwa keseimbangan hubungan sang bayi dengan alam roh dan alam duniawi tidak terbentuk dengan baik. 
Bayi-bayi ini akan tumbuh menjadi anakanak yang hiperaktif.

Terbukanya cakra dasar ini adalah sama dengan terbangkitnya Kundalini. 
Simpul Brahma pada akar cakra dasar sebagai salah satu dari tiga simpul utama di sushumna adalah penyekat Kundalini. 
Dengan terbukanya simpul Brahma, 
api Kundalini dapat keluar meninggalkan perineum (di antara anus dan alat kelamin) 
untuk mulai memasuki sushumna.


2.2. Cakra Seks atau Cakra Hara


Cakra seks terdapat pada tulang pelvis. 
Cakra seks diasosiasikan dengan warna orange dan mempunyai 6 lembar daun.

Cakra seks berhubungan dengan penciptaan kasar atau reproduksi. 
Kondisi cakra seks ini secara langsung mempengaruhi aktivitas seksual seseorang.


Cakra seks juga terkait erat dengan cakra tenggorokan yang bertanggung jawab untuk penciptaan yang lebih halus, yaitu kreativitas. 
Oleh sebab itu, orang-orang yang kreatif (mempunyai cakra tenggorokan yang aktif) biasanya mempunyai cakra seks yang aktif juga. 
Cakra seks juga merupakan pusat kemurnian pikiran. 
Apabila cakra ini bersih, orang tersebut akan mempunyai pikiran-pikiran yang lebih positif.

Ketika sepasang kekasih mengadakan hubungan seksual, cakra seks mereka terhubung oleh cahaya yang cemerlang. 
Cahaya yang dikeluarkan sedemikian terang dengan getaran yang kuat membakar sebagian karma negatif. 
Jadi, melalui hubungan seksual antar sepasang kekasih yang saling mencintai, 
sepasang kekasih tersebut maju dalam spiritual secara otomatis.

Sebenarya setiap orang sering mengadakan perjalanan astral sewaktu tidur. 
Tetapi, sebelum cakra seks terbuka, perjalanan astral ini tidak dapat diingat oleh pikiran sadar. 
Setelah cakra kedua terbuka, barulah perjalanan-perjalanan astral dapat diingat oleh pikiran sadar. 
Apabila pembersihan telah berlanjut dengan cukup baik, perjalanan astral tidak lagi diingat sebagai sebuah mimpi, 
melainkan dapat dialami secara sadar. 
Orang-orang ini akan sering mengalami perasaan terbang ataupun melayang di berbagai tempat. 
Dalam keadaan ini, seluruh pikiran masih dalam keadaan sadar, walaupun tubuh fisik sedang tidur.

Sebenarya setiap orang sering mengadakan perjalanan astral sewaktu tidur. 
Tetapi, sebelum cakra seks terbuka, perjalanan astral ini tidak dapat diingat oleh pikiran sadar. 
Setelah cakra kedua terbuka, barulah perjalanan-perjalanan astral dapat diingat oleh pikiran sadar. 
Apabila pembersihan telah berlanjut dengan cukup baik, perjalanan astral tidak lagi diingat sebagai sebuah mimpi, 
melainkan dapat dialami secara sadar. 
Orang-orang ini akan sering mengalami perasaan terbang ataupun melayang di berbagai tempat. 
Dalam keadaan ini, seluruh pikiran masih dalam keadaan sadar, walaupun tubuh fisik sedang tidur.


2.3. Cakra Pusar


Cakra pusar amat penting dalam mempertahankan vitalitas seseorang, 
karena pada cakra pusar ini sendiri di
hasilkan sejenis prana sintetis. 
Cakra pusar juga mengendalikan dan memberikan energi kepada usus besar dan usus kecil. 
Kebersihan cakra ini amat perlu dalam hubungan keluarga dan rasa kepuasan. 
Cakra pusar yang kotor atau tersumbat menyebabkan seseorang tidak pernah merasa puas terhadap apa yang dimilikinya.

Dengan terbukanya cakra ketiga, pengaruh-pengaruh eterik telah dapat dirasakan. 
Secara intuisi, dapat dirasakan bahwa suatu tempat menyenangkan atau tidak. 
Kadang-kadang dapat juga dirasakan kehadiran makhluk-makhluk eterik, walaupun belum dapat dilihat Secara langsung.


2.4. Cakra Jantung


Cakra jantung terletak di tengah dada dan diasosiasikan dengan warna merah muda dan hijau. 
Merah muda sebagai lambang cinta kasih dan hijau sebagai lambang penyembuhan. 
Cakra ini adalah cakra yang amat penting dalam spiritual. 
Secara fisik cakra jantung mengatur Jantung dan kelenjar thymus. 
Cakra ini merupakan pusat dari seluruh perasaan yang halus, seperti cinta, kasih, sayang, dan sebagainya. 
Secara spiritual, cakra ini merupakan pusat kemampuan untuk menjadi lebih tinggi dan untuk mencintai sepenuhnya.

Sebagian guru spiritual mengatakan bahwa cakra terpenting adalah cakra mahkota 
karena cakra mahkota merupakan pintu masuknya kekuatan spiritual yang lebih tinggi. 
Sebagian lagi mengatakan bahwa cakra terpenting sebenarnya adalah cakra jantung. 
Dipercaya bahwa pribadi tinggi manusia mempunyai kekuatan keilahian yang amat besar. 
Setelah pribadi tinggi bersemayam di cakra jantung dan kesadaran maupun kekuatan dari pribadi tinggi dapat diperoleh seutuhnya, 
maka orang yang bersangkutan akan mencapai penerangan secara spiritual.

Cakra jantung dan cakra solar plexus adalah cakra-cakra yang amat mempengaruhi ambisi dan cinta kasih. 
Kedua cakra ini harus seimbang, agar seseorang dapat mengembangkan ambisinya dengan cara yang baik dan benar dalam hubungan terhadap sesama. 
Cakra jantung yang terlalu besar dan cakra solar plexus yang terlalu kecil 
menjadikan seseorang tidak berambisi dan tidak berani mengambil tindakan yang tegas apabila tindakan itu dapat menyakiti orang lain. 

Sebaliknya, cakra solar plexus yang lebih besar daripada cakra jantung 
dapat mempengaruhi seseorang untuk mengejar ambisi tanpa memperdulikan kebenaran.

Sistem pendidikan modern dalam banyak kebudayaan menitik-beratkan pengembangan intelektual. 
Pendidikan seperti ini banyak mempengaruhi cakra tenggorokan dan cakra mata ketiga, sementara cakra jantung hampir tidak dipengaruhi sama sekali. 
Oleh sebab itu dibutuhkan cukup banyak perhatian dan latihan untuk mengembangkan cakra jantung ini.

Cakra jantung akan terbuka setelah simpul Wisnu (simpul utama kedua) terbuka. 
Terbukanya cakra jantung memberikan seseorang kemampuan untuk menyadari perasaan orang lain. 
Saat memikirkan seseorang, dengan mudah perasaan orang tersebut dapat diketahui, 
apakah orang tersebut dalam keadaan senang, sedih, marah, dan sebagainya. 
Tetapi, harus diperhatikan bahwa perasaan-perasaan dari orang lain tersebut dapat menular dengan mudah. 
Perasaan-perasaan yang negatif akan membawa pengaruh yang negatif pula.


2.5. Cakra Tenggorokan


Sebagaimana namanya, cakra ini terletak pada tenggorokan. 
Cakra tenggorokan diasosiasikan dengan warna biru muda. 
Secara fisik, cakra ini memberikan energi kepada kelenjar thyroid dan parathyroid. 
Cakra ini adalah pusat penciptaan yang lebih tinggi (kreativitas) dan hubungan antar manusia. 
Seseorang dengan cakra tenggorokan yang bersih akan mempunyai pengertian yang mendalam 
mengenai hubungan antar sesama manusia dan sudah tentu mempunyai hubungan yang baik dengan sesamanya. 
Sementara itu, rasa bersalah yang terus-menerus mungkin mengotori atau bahkan menyumbat cakra tenggorokan.

Ketika dua orang berinteraksi misalnya dalam sebuah percakapan, 
cakra tenggorokan keduanya akan terhubung oleh seutas tali eterik yang biasa juga disebut dengan tali karma. 
Apabila salah satu pihak mulai mendominasi, cakra tenggorokannya akan menjadi lebih gelap (kotor). 
Demikian juga apabila keduanya saling berusaha untuk mendominasi, 
cakra tenggorokan keduanya menjadi kotor. 
Secara waskita, dapat dilihat energi-energi yang tajam muncul dari cakra tenggorokan dan menyerang pihak lainnya. 
Sebaliknya, apabila seseorang sedang menceritakan humor yang menyenangkan, cakra tenggorokannya akan menjadi lebih cerah dan terang.

Kemampuan untuk mengekspresikan diri secara vokal juga dipengaruhi oleh cakra ini. 
Agar dapat mengekspresikan seluruh isi hati dengan baik, 
cakra tenggorokan dan cakra jantung harus terhubung dengan baik.

Dengan terbukanya cakra kelima di tenggorokan, berbagai nada atau bunyi halus mulai dapat didengar. 
Pada awalnya, bunyi-bunyi tersebut didengar seperti suara lengkingan, dengungan, ataupun kehampaan. 
Bunyi-bunyi ini akan terdengar terus-menerus untuk beberapa hari sampai beberapa bulan selama cakra tenggorakan masih dalam pembersihan. 
Setelah cakra tenggorokan bersih, suara-suara dari dimensi lain akan dapat didengar dengan jelas. 
Suara-suara yang didengar sudah berubah menjadi kalimat-kalimat yang lengkap dan jelas.


2.6. Cakra Ajna


Cakra ajna yang sering juga disebut sebagai cakra mata ketiga terletak di antara alis, 
dan karena itu juga sering disebut sebagai cakra alis. 
Cakra ini memberikan energi ke kedua mata, hidung, dan kelenjar pituitary. 
Cakra ajna biasa juga disebut sebagai mata ketiga karena cakra ini memberikan pewaskitaan (untuk energi yang lebih kasar). 
Dengan kata lain, cakra ajna juga berfungsi sebagai sebuah mata eterik. 
Pada akar cakra ini, terdapat simpul utama terakhir, yaitu simpul Rudra. 

Selain pewaskitaan, cakra ini Juga merupakan titik pemusatan perhatian dan pengatur dari cakra-cakra lainnya.

Dengan terbukanya simpul Rudra dan cakra mata ke-tiga, 
seseorang akan mampu melihat energi eterik yang lebih kasar. 
Sebuah bola cahaya akan muncul di depan di mana bola cahaya ini berfungsi sebagai pelindung dan penyelaras energi.

Apabila dua orang pewaskita terhubung cakra mata ketiganya secara positif oleh tali karma, 
maka cakra mata ketiga dari masing-masingnya akan saling mempengaruhi secara positif satu dengan yang lainnya. 
Kemampuan pewaskitaan keduanya akan berkembang dengan cepat karena saling bantu pada tingkat eterik ini. 
Keduanya Juga akan dapat saling mengerti dan memahami satu dengan yang lainnya dengan mudah. 
Tetapi, apabila salah satu atau keduanya mempunyai cakra mata ketiga yang kotor, 
akan terjadi kesulitan komunikasi di antara mereka.

Bersih-tidaknya cakra mata ketiga ini amat berpengaruh dalam sebuah perkawinan. 
Apabila salah satu dari pasangan mempunyai cakra mata ketiga yang kotor, 
cukup besar kemungkinan bahwa ia akan mengotori mata ketiga pasangannya dan memberikan banyak tekanan-tekanan mental dan emosional. 
Komunikasi yang sulit dan kurangnya pengertian di antara keduanya sering membawa ke perceraian.


2.7. Cakra Mahkota


Cakra mahkota yang terdapat di puncak kepala merupakan cakra yang paling mudah ditembusi cahaya. 
Cakra ini adalah pintu masuk utama dari energi spiritual. 
Seseorang yang telah berkembang secara spiritual dan cakra mahkotanya telah terbuka secara sempurna akan mengetahui banyak rahasia alam. 
Ada yang menyebut hal ini dengan sebutan Pengetahuan Buddha. 
Cakra mahkota memberikan energi dan mengatur sebagian besar otak dan kelenjar pineal.

Cakra mahkota yang bersih dan telah terbuka akan berwarna kuning emas. 
Karena cakra mahkota juga berfungsi sebagai sebuah corong yang menuangkan energi-energi positif ke dalam tubuh, 
maka latihan-latihan secara rutin akan memberikan lebih banyak energi spiritual positif ke seluruh tubuh. 
Setelah beberapa waktu, seluruh tubuh akan dilapisi oleh cahaya berwarna kuning emas. 
Maka amat penting untuk menjaga cakra ini tetap bersih, 
agar energi spiritual dapat diterima secara terus-menerus oleh seluruh tubuh melalui cakra mahkota.

Di masa silam, cakra mahkota ini amat sulit dibuka. 
Tetapi, sejak tahun 1970-an, cakra mahkota dapat dibuka hampir sama mudahnya dengan membuka cakra-cakra lainnya. 
Hal ini disebabkan karena telah terbukanya cakra mahkota alam semesta, 
seperti yang disaksikan oleh pendiri Sahaja Yoga, 
Shri Mataji Nirmala Devi.



Terbukanya cakra mahkota dapat dirasakan sebagai tekanan ringan atau denyut di puncak kepala. 
Apabila cakra mahkota telah terbuka lebih besar, cakra sensasi yang dirasakan akan berupa adanya perasaan mencair. 
Cahaya yang masuk terus-menerus dalam jumlah yang besar akan mendorong ke luar kotoran dan hambatan dari kepala. 
Dapat dirasakan kotoran-kotoran yang disedot ke luar melalui cakra mahkota.

Apabila cakra mahkota telah terbuka lebih besar hingga mencapai sebesar kepala, perjalanan astral dapat dilakukan secara sadar dengan lebih mudah. 
Setelah cakra mahkota membuka sebesar inilah keadaan samadhi dalam meditasi baru dapat dicapai.

Lembaran-lembaran (kelopak) pada cakra mahkota terdiri atas dua tingkat.

Pada tingkatan dasar, terdapat 1.000 lembar kelopak (beberapa literatur menyebutkan 998).

Sedangkan pada tingkatan atas terdapat 12 lembar kelopak

Keenam cakra utama lainnya mempunyai sebuah simbol khusus. 
Tetapi, untuk cakra mahkota biasanya tidak dipergunakan sebuah simbol khusus. 
Cakra mahkota dianggap sebagai cakra sempurna yang meliputi semua cakra lainnya. 
Dengan demikian, simbol untuk cakra mahkota adalah gabungan dari simbol keenam cakra lainnya.

Menurut kepercayaan kuno, setiap cakra utama mempunyai dewa pelindung. 
Berbagai aliran yoga biasa berdoa kepada dewa yang bersangkutan 
untuk meminta bantuan dalam menyempurnakan pembersihan dan pembukaan sebuah cakra. 


3. Cakra Lain dalam Kebangkitan Kundalini


Selain ketujuh cakra utama, dua cakra besar lainnya cukup penting untuk diketahui, 
yaitu cakra solar plexus dan cakra dahi. 
Kedua cakra ini dianggap penting dalam kebangkitan Kundalini, 
karena mereka juga mempunyai kriteria yang sama dengan ketujuh cakra utama lainnya, 
yaitu mempunyai akar pada sushumna, 
jalur utama Kundalini.


3.1. Cakra Solar Plexus


Cakra solar plexus tidak dimasukkan ke dalam daftar cakra utama, 
karena mengaktifkan cakra solar plexus dapat mengembangkan hal-hal yang negatif pada diri seseorang. 
Cakra solar plexus adalah pusat dari ambisi dan ego. 
Apabila cakra Solar Plexus bersih dan dalam ukuran normal, 
maka orang yang bersangkutan akan mempunyai ketenangan dan hubungan yang positif dengan orang lain 
karena egonya tidak terlalu berlebihan.

Sebaliknya, apabila cakra solar plexus terlalu aktif dan kotor, 
maka ambisi yang dimiliki mungkin berlebihan 
sehingga cenderung kurang mempedulikan orang lain. 
Orang-orang ini bersedia menghalalkan semua cara untuk memperoleh keuntungan pribadi.
Kotornya cakra solar plexus juga menyebabkan ketidakpuasan dalam berbagai hal.

Cakra Solar Plexus memberi energi dan mengendalikan sebagian besar organ dalam tubuh 
seperti pankreas, hati, lambung, usus besar, usus buntu, diafragma dan usus halus. 
Cakra ini juga merupakan pusat energi dari tubuh 
karena pertukaran energi dari cakra-cakra bagian bawah dengan cakra-cakra bagian atas tubuh 
selalu melewati cakra solar plexus. 

Karena itu, untuk seseorang yang lemah, dengan memberikan energi ke cakra ini, 
energi akan didistribusikan ke cakra-cakra lainnya, 
baik yang terdapat pada bagian bawah maupun bagian atas tubuh.



3.2. Cakra Dahi


Cakra dahi biasanya tidak dibahas terlalu mendalam 
karena cakra dahi dianggap sebagai cakra yang mudah untuk dibersihkan dan dibuka. 
Hal ini disebabkan oleh karena simpul dari cakra dahi terletak hanya beberapa milimeter di atas simpul cakra mata ketiga, 
yang merupakan simpul besar terakhir (simpul Rudra). 

Saat simpul dari mata ketiga terbuka, 
biasanya simpul dari cakra dahi juga langsung terbuka atau akan terbuka dalam waktu yang amat singkat.

Untuk memperoleh keseimbangan, amatlah penting untuk menjaga keseimbangan dari ketujuh cakra utama. 
Apabila salah satu dari cakra utama jauh lebih besar dan lebih aktif daripada cakra-cakra utama lainnya, 
maka orang yang bersangkutan akan mempunyai sifat yang berlebihan dalam suatu hal. 
Mempunyai sifat yang terlalu berlebihan dalam suatu hal tidaklah baik. 
Misalnya, seseorang yang cakra jantung amat besar melebihi cakra-cakra lainnya 
akan membagikan segala sesuatu miliknya kepada orang lain tanpa memikirkan dirinya sendiri lagi. 
Hal ini dilakukannya karena adanya cinta kasih terhadap sesama yang amat besar dalam dirinya. 
Tetapi, apabila orang yang bersangkutan bukan orang yang kaya, 
sementara ia terus memberikan harta benda miliknya, 
akan menjadi bagaimanakah kehidupan keluarganya?


4. Cakra Pendamping


Sebagian cakra besar dan biasa biasanya mempunyai beberapa cakra pendamping yang ukurannya sama dengan cakra mini. 
Menurut letaknya terhadap cakra yang didam-pinginya (cakra induk) tersebut, 
cakra-cakra pendamping ini dapat dibagi atas dua kelompok. 
Kelompok pertama adalah cakra-cakra pendamping yang terdapat di kedua sisi cakra induk , 
sedangkan yang termasuk dalam kelompok kedua adalah cakra-cakra pendamping yang terdapat di sekeliling cakra induk .

Kebanyakan dari cakra-cakra pendamping termasuk dalam

Pendamping kelompok pertama, yaitu terletak di kedua sisi cakra induk, 
misalnya cakra-cakra pendamping dari cakra

di sekeliling cakra utama seks, cakra pusar, dan cakra jantung. 
Sedangkan yang termasuk dalam kelompok kedua adalah cakra-cakra pendamping 
yang cakra induknya terletak di ujung tubuh, misalnya cakra-cakra pendamping dari cakra telapak kaki dan cakra mahkota.


5. Status Sebuah Cakra


Dalam pembahasan mengenai cakra di atas, dapat dilihat 
bahwa sebuah cakra mungkin dalam keadaan tertutup, tidak aktif, aktif, ataupun terbuka. 
Walaupun belum ada standarisasi istilah untuk menggambarkan keadaan sebuah cakra, 
pada umumnya status dari sebuah cakra dapat diklasifikasikan sebagai berikut:


5.1. Tertutup


Sebuah cakra dikatakan tertutup apabila cakra tersebut mempunyai amat banyak hambatan 
yang mungkin saja disebabkan oleh masalah fisik, mental, emosional, ataupun karma. 
Masalah fisik mungkin disebabkan oleh salah tulang/urat. 
Sementara masalah mental dan emosional disebabkan oleh emosi-emosi negatif yang masih belum dapat diatasi. 
Sedangkan masalah karma lebih umum disebabkan oleh karma ataupun trauma dari kehidupan-kehidupan sebelumnya.


5.2. Tidak Aktif


Cakra yang tidak aktif adalah cakra yang masalahnya tidak seberat pada cakra yang tertutup. 
Sebuah cakra biasanya tidak aktif karena ketidak-seimbangan antara faktor-faktor fisik, mental, emosional dan spiritual. 
Salah satu penyebab yang paling umum adalah kurangnya olah raga. 
Gerakan-gerakan tubuh akan mengaktifkan untuk sementara cakra-cakra di sekitar anggota tubuh yang digerak-gerakkan. 
Dengan demikian, cakra-cakra ini mempunyai kesempatan untuk mengeluarkan energi negatif dan menggantinya dengan energi baru yang positif. 
Olahraga yang teratur akan membuat cakra-cakra tersebut menjadi aktif secara permanen. 
Tetapi, kurangnya olah raga menyebabkan banyak cakra pada tubuh 
menjadi kotor oleh energi-energi negatif 
sehingga semakin lama menjadi semakin tidak aktif.


5.3. Aktif


Cakra yang aktif biasanya dimiliki oleh orang-orang yang sehat 
secara fisik, mental, emosional, dan spiritual. 
Dengan melakukan olahraga yang cukup, mempertahankan emosi dan mental yang baik 
dan menjalankan latihan-latihan untuk membersihkan dan mengaktifkan cakra secara teratur, 
maka cakra-cakra akan menjadi lebih benar dan lebih terang. 
Cakra-cakra akan berputar bergantian searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam secara teratur. 
Saat berputar berlawanan arah jarum jam, 
cakra mengeluarkan energi negatif, dan saat berputar searah jarum jam, cakra akan menarik energi positif.


5.4. Terbuka


Dalam kepercayaan kuno, sebuah cakra dapat terbuka hanya apabila tenaga Kundalini telah bangkit. 
Hanya dengan adanya tenaga Kundalini lembaran-lembaran daun cakra dapat didorong ke arah luar 
sehingga berbentuk bunga teratai yang sedang mekar. 
Setelah cakra tersebut terbuka, menjadi bersih dan seimbang seluruh kelopaknya, 
maka kemampuan-kemampuan psikis akan mulai muncul.


6. Memeriksa Keaktifan Tenaga Kundalini pada Cakra Utama


Setelah tenaga Kundalini bangkit, 
keaktifan Kundalini pada ketujuh cakra utama dapat diperiksa dengan mudah 
pada telapak dan jari-jari tangan. 
Hubungan antara jari dan cakra yang terkait:

Masalah Cakra dan Mendeteksi Cakra Dengan Tangan. 

Secara umum, mungkin dirasakan tiga macam sensasi, yaitu:

Tingling dingin: Tenaga Kundalini sedang bekerja aktif pada cakra yang terkait dan cakra tersebut cukup bersih.

Tingling hangat: Tenaga Kundalini sedang bekerja aktif pada cakra yang terkait, di mana cakra tersebut sedang tersumbat/kotor. 
Panas adalah tanda sedang terjadinya pembakaran/pembersihan pada cakra tersebut.

Tidak ada sensasi: Tenaga Kundalini tidak aktif pada cakra yang terkait.

Pendeteksian cakra-cakra utama dengan telapak dan jari tangan ini 
sebenarnya adalah untuk mendeteksi cakra-cakra pendamping cakra utama yang bersangkutan dan bukan untuk cakra utama itu sendiri. 
Dengan demikian telapak dan jari-jari tangan kiri melambangkan cakra-cakra pendamping yang berada di sebelah kiri tubuh, 
dan sebaliknya telapak dan jari-jari tangan kanan melambangkan cakra-cakra pendamping yang berada di sebelah kanan tubuh. 
Sebuah cakra utama amat tergantung pada cakra pendampingnya. 
Apabila salah satu cakra pendamping terganggu, 
secara langsung juga berarti cakra utamanya terganggu. 
Oleh sebab itu, dengan mendeteksi cakra-cakra pendamping, 
keadaan dari cakra utama (cakra induknya) sendiri dapat diketahui.

Dengan mengetahui keadaan dari masing-masing cakra utama, 
dengan mudah dapat diketahui apa yang harus dilakukan untuk sebuah cakra yang tidak aktif sama sekali. 
Apabila tenaga Kundalini tidak aktif pada sebuah cakra, 
jalur yang menuju ke cakra tersebut mungkin terhambat dan harus dibersihkan. 
Latihan-latihan yang benar dapat membantu Kundalini dalam membersihkan hambatan pada jalur yang menuju sebuah cakra, 
maupun hambatan yang terdapat pada cakra itu sendiri.

Sebenarnya, pendeteksian keadaan cakra-cakra utama ini tidak hanya dapat dilakukan pada telapak dan jari-jari tangan. 
Selain pada tangan, pendeteksian dapat juga dilakukan pada telapak dan jari-jari kaki. 
Lokasi telapak kaki dan urutan-urutan jari kaki dalam mendeteksi cakra-cakra utama adalah sama dengan telapak dan jari-jari tangan.


7. Masalah pada Cakra Utama


Masalah pada cakra biasa disebabkan oleh masalah-masalah fisik, mental, emosional, dan trauma kehidupan-kehidupan sebelumnya. 
Sebagaimana umumnya, sebuah masalah dapat diatasi dengan mudah dengan mengetahui penyebab dari masalahnya. 
Ringkasan penyebab masalah dapat dibaca dalam Tabel 2: Masalah Cakra dan Mendeteksi Cakra dengan Tangan.


8. Nadi


Dalam tubuh fisik terdapat amat banyak pembuluh darah yang berfungsi sebagai saluran darah, 
sedangkan pada tubuh eterik dapat dijumpai saluran-saluran bagi tenaga eterik yang disebut nadi. 
Tiga nadi utama adalah: Sushumna, Ida, dan Pingala. 
Sushumna merupakan pusat dari saraf-saraf parasimpatik, 
sedangkan pada Ida dan Pingala merupakan pusat saraf-saraf simpatik. 
Seluruh nadi lainnya jauh lebih kecil dan bertebaran di seluruh bagian tubuh. 
Secara pewaskita, nadi-nadi ini dapat dilihat menyerupai benang-benang cahaya yang bertebaran di seluruh tubuh (72000 Nadhi).




-----------------------------------------------------------------------------------------------

Praktisi Analisa Tanggal Lahir, Hoki Jam Lahir, FengShui dan Ba Zi

publikasi :

https://namahokibagus.blogspot.com/

http://www.kompasiana.com/calgen/

http://chirpstory.com/id/Calvin_Genna/

https://usahahokiblog.wordpress.com/

Saya mengerjakan Paket analisa Ba Zi - Feng Shui, hoki jam lahir, usaha yang cocok untuk Anda, FengShui, potensi diri, berbayar, lengkap dengan saran untuk perbaikan hoki (contoh dibawah hanya sebagian mengingat keterbatasan tempat), biaya terjangkau.

Pembayaran melalui ATM. hasil dikirim melalui email atau WA.
Pekerjaannya 1-2 hari dimulai sejak dana sudah masuk.

contoh sebagian hasil analisa :



Jika Anda tertarik untuk cek dan analisa BaZi Anda, Anda dapat menghubungi saya via Email ataupun chat melalui WhatsApp messanger.



GMail : 88BaZi@gmail.com
Yahoo : calvin_genna@yahoo.com

Sekian dan Terima Kasih  😊

GBU 😇

Postingan populer dari blog ini

Usaha Yang Cocok Untuk Anda - Perhitungan Ba Zi

FengShui Rumah

Berat Tulang Tiongkok Kuno Paling Besar 7.1